Sam,
salah seorang sahabat baikku saat berkuliah di Perth, Australia
mengikuti program pertukaran pelajar selama 3 bulan. Nama lengkapnya
Samuel Fernandez, ayahnya orang Spanyol dan ibunya orang Australia. Sam
ramah kepada siapa saja dan dia juga punya banyak teman.
Pertama
kali kami bertemu ketika dia menawarka...n bantuannya saat aku tersesat
di Universitas tersebut. Karena ternyata mengambil kelas yang sama, kami
jadi cepat akrab.
Ada rahasia yang ia ceritakan padaku setelah
berteman dengannya selama 1 bulan. Ia seorang anak Indigo. Selama ini,
ia menyimpan rahasia itu karena tak ingin orang-orang menganggapnya
“freak”. Tetapi setelah kuceritakan kisah yang kualami 8 tahun lalu, ia
mulai terbuka tentang kekuatannya.
Sejak ia dapat mengingat, Sam
sudah bisa melihat makhluk gaib. Hal pertama yang ia ingat adalah
kakeknya. Sang kakek telah meninggal puluhan tahun sebelum Sam lahir.
Tetapi, Sam kecil mengira kakeknya masih hidup dan selalu bermain
dengannya ketika Sam tinggal sendirian di rumah sementara kedua orang
tuanya pergi berkerja.
“Kakekku orang yang ramah dan baik. Ia
menceritakan banyak kisah zaman perang dunia ketika ia masih menjadi
seorang tentara. Kakek selalu melindungiku dari makhluk-makhluk
mengerikan. Pernah terjadi ketika seseorang dengan muka hancur dan otak
terburai berusaha menyerangku. Kakek menghalaunya dan menembak orang
tersebut dengan senapan miliknya yang selalu ia bawa.” Itu adalah salah
satu kisah yang diceritakan Sam padaku.
Pertama kali ia mengetahui
bahwa kakeknya ternyata telah meninggal adalah ketika ibunya membawa Sam
ke kuburan sang kakek. fp beranda mistery. Sejak saat itu, sang kakek
yang baik hati tidak pernah menampakkan dirinya lagi di depan Sam.
Hal
yang paling membuat dirinya bersyukur memiliki kekuatan itu adalah
kejadian saat umurnya masih 12 tahun. Saat itu, ia dalam perjalanan
pulang ke rumah sehabis latihan sepak bola. Sam menunggu bus yang menuju
ke arah rumahnya seperti biasa. Akhirnya, sebuah Bus datang dan Sam
menaiki bus tersebut.
Tetapi, dirinya sungguh terkejut. Hampir semua
orang yang ada di dalam Bus tersebut menderita luka bakar dan ada
beberapa yang bahkan sudah tidak bisa dikenali. ‘Apakah semua orang ini
adalah hantu?’ pikirnya. Karena perasaannya tidak enak, Sam membatalkan
niatnya menaiki bus itu dan menunggu bus lainnya.
Tidak berapa lama,
terdengar suara ledakan dari arah bus tersebut melaju pergi. Ternyata,
bus yang rencananya akan ditumpangi Sam, menabrak mobil pembawa bensin
dan meledak. Hanya 2 orang yang selamat dari kecelakaan tersebut.
Keduanya mengalami luka bakar berat dan cacat selamanya.
Itu
adalah kemampuan unik Sam. Ia dapat melihat bagaimana kondisi seseorang
yang sebentar lagi akan mati. Kemampuannya itu membuatnya bersyukur
selamat dari maut sekaligus membuat hatinya sakit karena tidak bisa
menolong orang-orang yang telah mendekati ajalnya.
Hari itu
adalah hari terdingin pada bulan Desember. Sam dan kedua temannya
berencana untuk bermain Ski. Ketika bersiap untuk meluncur dari puncak
lembah tertinggi, Sam melihat leher salah satu temannya patah. Belum
sempat ia berteriak memperingatinya, temannya meluncur dengan cepat dan
kepalanya menghantam batu yang tersembunyi di tumpukan salju dengan
keras. Seperti yang Sam lihat sebelumnya, temannya meninggal dengan
leher yang patah.
Entah sudah berapa kali ia berusaha
memperingati orang-orang yang sudah mendekati ajal mereka. Namun tidak
ada satupun yang selamat. Kejadian ia melihat kondisi kematian
orang-orang tersebut dengan kejadiannya yang sebenatnya berlangsung
begitu cepat. Kekuatan itu hanya bisa ia gunakan untuk menyelamatkan
dirinya sendiri. Terkadang ia memohon agar kekuatannya tersebut itu
dihapus. Tetapi, dirinya masih hidup hingga sekarang pun berkat
kemampuannya itu.
Setelah berteman dengannya beberapa bulan
terakhir ini, aku menyadari bahwa senyuman dan sikap Sam hanyalah sebuah
topeng. Topeng untuk menyembunyikan hatinya yang rapuh dan terluka.
Terkadang, aku melihat Sam duduk menyendiri, termenung dengan kesedihan
yang begitu terpancar dari matanya.
Sam, temanku. Seorang anak indigo yang tersiksa akibat kelebihannya. Hatiku masih merasakan sakit mengingat senyum pilunya.
Kini
Sam telah tiada. Tidak berapa lama ketika aku pulang ke Indonesia, aku
mendengar berita bahwa Sam meninggal dalam kecelakaan Bus. Entah
mengapa, aku kembali teringat dengan pengalaman Sam saat umurnya 12
tahun. Mungkin Sam sudah tidak ingin lagi lari dari kematian. Mungkin
Sam memang sudah ditakdirkan mati 6 tahun yang lalu. Dengan mencurangi
kematian, ia berhasil bertahan hidup hingga ia menjadi lelah dengan
kematian yang terus mengejar dirinya.
Hingga saat ini, aku tidak
tahu apa yang dipikirkan oleh Sam yang memilih kematian. Hanya saja, aku
memiliki firasat bahwa ia memang sudah lelah dengan dunia ini.
Kata-kata terakhirnya padaku saat mengantarkanku pulang di Bandara masih
kuingat hingga saat ini.
“Maybe this is our last meeting. But, I beg you, do not forget about me.”
“Mungkin ini pertemuan kita yang terakhir kalinya. Tapi, kumohon padamu, jangan lupakan aku.”
RENUNGAN:
Hargailah
semua temanMu biarpun dia mempunyai kelebihan atau kejanggalan dalam
dirinya, apalagi peringatan yang ia berikan ada baiknya kita dengarkan
dan laksanakan yang untuk kebaikan kita juga.
Kisah Sam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar